Skip to main content

Posts

AMALAN-AMALAN DI SAAT HAID YANG BOLEH DILAKUKAN

Recent posts

TATA CARA SHALAT HAJAT LENGKAP, DARI NIAT DAN DOANYA YANG MUSTAJAB

TATA CARA SHALAT HAJAT LENGKAP, DARI NIAT DAN DOANYA YANG MUSTAJAB Maksud dari hajat adalah berkeinginan  dan jika kita berkeinginan mempunyai hajat kepada Allah maka shalat hajatlah. "Sesiapa yang mempunyai hajat kepada Allah Shubhanahu wata'ala atau kepada seorang manusia, maka hendaklah ia berwudhu dengan sebaik-baiknya kemudian dia Shalat dua raka'at." (HR. At-Tirmidzi). Sebagaimana Rasulullah Shollallahu ‘alayhi wasallam mengajarkan untuk meminta hajat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala : لِيَسْاَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَجَتَهُ حَتَّى يَسْاَلَهُ الْمِلْحَ وَحَتَّى يَسْاَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَاانْقَطَعَ “Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Allah, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sendalnya ketika putus.”  (HR. Tirmdzi; Hasan). Shalat Sunnah Hajat dilakukan ketika (siang/malam) kecuali waktu yang dilarang melakukan shalat sunnah seperti selepas shalat subuh, ketika matahari naik, selepas shalat ashar

jika wanita yang sedang haidh apakah dianjurkan untuk berwudhu ?

Berwudhu Ketika Haidh Berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin 'Aisyah, beliau radhiallahu'anha pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qais mengenai keadaan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam: كَيْفَ كَانَ يَصْنَعُ فِى الْجَنَابَةِ أَكَانَ يَغْتَسِلُ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ أَمْ يَنَامُ قَبْلَ أَنْ يَغْتَسِلَ قَالَتْ كُلُّ ذَلِكَ قَدْ كَانَ يَفْعَلُ رُبَّمَا اغْتَسَلَ فَنَامَ وَرُبَّمَا تَوَضَّأَ فَنَامَ. قُلْتُ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى جَعَلَ فِى الأَمْرِ سَعَةً. “Bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?” ‘Aisyah menjawab, “Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur.” ‘Abdullah bin Abu Qais berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang.” (HR. Muslim, no. 307).   Apakah wanita haidh keadaannya sama dengan orang junub? Jawabannya tidak sama. Kalau orang junub berwudhu, itu unt

WANITA ‎YANG ‎BERKAH

WANITA YANG BERKAH Karena itu, keberadaan istri terkadang menjadi sumber keberkahan bagi seorang lelaki. Karena lelaki yang menjadi suami, dia harus menanggung nafkah istri dan anaknya. Sehingga jalur rizki mereka melalui suami yang menjadi sumber nafkah bagi keluarganya.⁣ ⁣ Syaikh Muhammad Mukhtar as-Syinqithi mengatakan, : ⁣ أن بعض النساء المباركة …بعض النساء المباركة إذا تزوج الانسان بورك له في ماله وبورك له في رزقه وبورك له في كسبه⁣ ⁣ “Sebagian wanita itu berkah.. wanita yang berkah, ketika dinikahi lelaki, maka hartanya diberkahi, rizkinya diberkahi, dan pekerjaannya diberkahi.” (Rekaman Liqa’ Maftuh)⁣ ⁣ Kemudian beliau membawakan atsar dari A’isyah radhiyallahu ‘anha yang mengatakan, : ⁣ تزوجوا النساء يأتينكم بالأموال⁣ ⁣ “Nikahilah wanita, karena akan mendatangkan harta bagi kalian”. (HR. Hakim 2679 dan dinilai ad-Dzahabi sesuai syarat Bukhari dan Muslim)⁣ ⁣ Tentu saja ini tidak berlaku untuk semua wanita. Sebagaimana ada wanita yang mendatangkan kemudahan dan keberka

TATA CARA AGAR SHOLAT KHUSYU'

  TATA CARA AGAR SHOLAT KHUSYU' Khusyu' dalam shalat As-Syaikh Rabi' Al-Madkhali Hafizdahullah berkata, " Bersemangatlah untuk senantiasa khusyu' dalam shalatmu! engkau lupa akan dunia, lupa harta, dan keluarga, segala sesuatu, tidak ada dalam ingatanmu kecuali engkau menghadirkan kebesaran Allah subhanahu wa ta'ala, dan merenungkan ayat-ayat tersebut akan akan menambah imanmu.  Majalis Tadzkiriyah : Washaya Luqman al-Hakim li ibnihi, 100 Shalatmu adalah kehidupanmu. Berkata asy Syaikh al Allamah Zaid al Madkhaliy rahimahullah : Jagalah Shalatmu ! Apabila engku mencintai dirimu,  engkau menginginkan keselamatan dari neraka saqar yang tidak meninggalkan dan tidak pula membiarkan (dari adzab).  Mengharapkan darinya kehidupan yang penuh barokah ketika di dunia, kehidupan yang penuh cahaya di alam barzakh, dan kehidupan penuh kenikmatan yang abadi di jannah menjadi tetangga Allah Ar Rabbul Kariim. Al Afnan an Nadiyyah (1/341). Adapun dosa bagi orang yan

UNTUK PARA SUAMI JANGAN MUDAH MENCERAIKAN ISTRIMU

UNTUK PARA SUAMI JANGAN MDAH MENCERAIKAN ISTRI HANYA KARENA BOSAN Umar bin Khaththab ra. pernah mengecam seseorang yang ingin menceraikan istrinya karena sudah tidak mencintainya lagi,  ”Celakalah, kamu! Apakah semua rumah tangga dibangun atas dasar cinta semata?  Ke mana rasa sungkan, malu, dan perlindunganmu terhadap pasangan hidupmu?” Problem rumah tangga itu takarannya beda-beda. Bentuknya juga beda-beda.  Selain itu, kemampuan dan cara menyikapinya juga beda-beda.  Namun, yang pasti, nasihat dan ajarannya sama. Umar bin Khatab Berkata kepada Seserang yang ingin menceraikan istrinya, "Kenapa kamu ingin menceraikan Isterimu ?" Dia menjawab, "Karena aku sudah tidk mencintainya lagi." Umar berkata, "Apakah Setiap rumah tangga dibangun diatas cinta ? lalu dimanakah tanggung jawab dan kehormatan !". Begitu mudahnya kata cerai diucapkan hanya karena bosan dengan istrinya saja. وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مّ

GAMBARAN PANASNYA API NERAKA

GAMBARAN PANASNYA API NERAKA Panasnya api yang ada di dunia itu hanya 1/70 bagian dari panasnya api Neraka, yang setiap bagiannya sama dengan panasnya api dunia. Tidak cukup sampai di situ, bahkan saat satu bagian api Neraka itu hendak Allah turunkan di dunia, maka Allah menyelupkan dunia satu bagian api Neraka itu ke dalam lautan sebanyak dua kali agar berkurang panasnya, sehingga panasnya api di dunia masih bisa dimanfaatkan manusia. Kita berlindung kepada Allah dari panasnya Neraka Jahannam. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ بَنُو آدَمَ جُزْءٌ وَاحِدٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ، قَالُوا: وَاللَّهِ إِنْ كَانَتْ لَكَافِيَةً، قَالَ: إِنَّهَا فُضِّلَتْ عَلَيْهَا بِتِسْعَةٍ وَسِتِّينَ جُزْءًا كُلُّهُنَّ مِثْلُ حَرِّهَا. "Api kalian ini yang dinyalakan anak cucu Adam adalah satu bagian dari tujuhpuluh bagian api Jahannam". Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya api dunia itu telah mencukupi".